Mesin Pencari

Selasa, 20 Desember 2011

HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOPS)

HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOPS)

Pembelajaran HazOp untuk mengidentifikasi masalah resiko dan pengoperasian. Konsepnya meliputi investigasi dari desain tujuan. Dalam proses mengidentifikasi masalah selama pembelajaran HazOp, pemecahannya terekam sebagai bagian dari hasil HazOp dan bagaimanapun juga, harus ada kepedulian untuk menghindari percobaan demi menemukan kenyataan , karena tujuan utama dari HazOp adalah untuk mengidentifikasi masalah. Walaupun pelaksana HazOp berpengalaman tetapi latihan yang didasarkan pada pembelajaran ketika desain baru atau teknologi tercakup didalamnya adalah sangat penting, ini digunakan dalam tahap dari kelangsungan pabrik. HazOp didasarkan pada prinsip dimana beberapa ahli dengan perbedaan identifikasi dalam banyak masalah harus bekerja sama tetapi mereka bekerja terpisah dan hasilnya dikombinasikan untuk mendapatkan kepuiusan.
The “Guide Word” HazOp adalah parameter yang paling memahami masalah HazOp, dengan kombinasi dari beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan. Kekhususan ini akan didiskusikan sebagai modifikasi dari guide words, tidak untuk ditempatkan sebagai hal yang tidak berguna daripada pendekatan Guide Word. Tentu saja dalam banyak situasi yang bervariasi lebih efektif dari pada pendekatan Guide Word.
Teknik HazOp awalnya dikembangkan untuk analisa system proses kimia, tetapi setelah itu diperluas ke system jenis lain dan juga operasi yang kompleks dan system perangkat lunak.




The Hazard and Operability Study , dikenal sebagai HazOp adalah standar teknik analisis bahaya yang digunakan dalam persiapan penetapan keamanan dalam  sistem baru atau modifikasi untuk suatu keberadaan potensi bahaya atau masalah operabilitasnya. HazOp adalah pengujian yang teliti oleh group spesialis , dalam bagian sebuah sistem apakah yang akan terjadi jika komponen tersebut dioperasikan melebihi dari normal model desain komponen yang telah ada. Sehingga HazOp didefinisikan sebagai system dan bentuk penilaian dari sebuah perancangan atau proses yang telah ada atau operasi dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi masalah-masalah yang mewakili resiko-resiko perorangan atau peralatan atau mencegah operasi yang efisien. HazOp merupakan teknik kualitatif yang berdasarkan pada GUIDE-WORDS dan dilaksanakan oleh tim dari berbagai disiplin ilmu selama proses HazOp berlangsung.
Tujuan penggunaan HAZOP adalah untuk meninjau suatu proses atau operasi pada suatu system secara sistematis, untuk menentukan apakah proses penyimpangan dapat mendorong kearah kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan. HazOp Study sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dalam tahap perancangan untuk melihat dampak dari perancangan itu, selain itu untuk melakukan suatu HazOp kita membutuhkan gambaran/perencanaan yang lebih lengkap. HazOp biasanya dilakukan sebagai pemeriksaan akhir ketika perncanaan yang mendetail telah terselesaikan. Juga dapat dilakukan pada fasilitas yang ada untuk mengidentifikasi modifikasi yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah resiko dan pengoperasian.

1.      Process HazOp, yang di kembangkan untuk menilai system proses dan pabrik.
2.      Human HazOp, lebih fokus pada kesalahan manusia dari pada kegagalan teknik.
3.      Procedure HazOp, meninjau kemabali urutan operasi dan cara kerja yang biasanya dinyatakan sebagai opersai pembelajaran SAFOP-SAFe.
4.      Software HazOp, mengidentifikasi kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam pengembangan perangk lunak.

            Proses HazOp didasarkan pada prinsip bahwa pendekatan kelompok dalam analisis bahaya akan mengidentifikasi masala-masalah yang lebih banyak dibandingkan ketika individu-individu bekerja secara terpisah kemudian mengkombinasikan hasilnya. Tim HazOp dibentuk dari individu-individu dengan latar belakang dan keahlian yang bervariasi. Keahlian ini digunkan bersama selama pelaksanaan HazOp dan melalui usaha pengumpulan “brainstorming” yang menstimulasi kreatifitas dan ide-ide baru, keseluruhan ulasan dari suatu proses dibuat menurut pertimbangan.
            Berikut istilah – istilah terminologi (key words) yang dipakai untuk mempermudah pelaksanaan HazOP antara lain sebagai berikut:
v  Deviation (Penyimpangan). Adalah kata kunci kombinasi yang sedang diterapkan. (merupakan gabungan dari guide words dan parameters).
v  Cause (Penyebab). Adalah penyebab yang kemungkinan besar akan mengakibatkan terjadinya penyimpangan.
v  Consequence (Akibat/konsekuensi). Adalah suatu akibat dari suatu kejadian yang biasanya diekspresikan sebagai kerugian dari suatu kejadian atau resiko. Dalam menentukan  consequence tidak boleh melakukan batasan kerena hal tersebut bias merugikan pelaksanaan penelitian.
v  Safeguards (Usaha Perlindungan). Adanya perlengkapan pencegahan yang mencegah penyebab atau usaha perlindungan terhadap konsekuensi kerugian akan didokumentasikan pada kolom ini. Safeguards juga memberikan informasi pada operator tentang pemyimpangan yang terjadi dan juga untuk memperkecil akibat.
v  Action (Tindakan yang Dilakukan). Apabila suatu penyebab dipercaya akan mengakibatkan konsekuensi negatif, harus diputuskan tindakantindakan apa yang harus dilakukan. Tindakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tindakan yang mengurangi atau menghilangkan penyebab dan tindakan yang menghilangkan akibat (konsekuensi). Sedangkan apa yang terlebih dahulu diputuskan, hal ini tidak selalu memungkinkan, terutama ketika berhadapan dengan kerusakan peralatan. Namun, pertamatama selalu diusahakan untuk menyingkirkan penyebabnya, dan hanya dibagian mana perlu mengurangi konsekuensi.
v  Node (Titik Studi). Merupakan pemisahan suatu unit proses menjadi beberapa bagian agar studi dapat dilakukan lebih terorganisir. Titik studi bertujuan untuk membantu dalam menguraikan dan mempelajari suatu bagian proses.
v  Severity. Merupakan tingkat keparahan yang diperkirakan dapat terjadi.
v  Likelihood. Adalah kemungkinan terjadinya konsekwensi dengan sistem pengaman yang ada.
v  Risk atau resiko merupakan kombinasi kemungkinan likelihood dan severity.
v  Tujuan desain. Tujuan desain diharapkan menggambarkan bagaimana proses dilakukan pada node (titik studi). Digambarkan secara kualitatif sebagai aktivitas ( misalnya: reaksi, sedimentasi dsb) dan atau dengan kuantitatif dalam parameter proses seperti suhu, laju alir, tekanan, komposisi dan lain sebagainya.

            Proses HazOp akan menghasilkan/menciptakan penyimpangan-penyimpangan dari desain proses yang sesungguhnya dengan mengkombinasikan antara guideword (no, more, less, dll) dengan parameter proses sehingga menghasilkan kemungkinan penyimpangan dari desain yang sesungguhnya. Sebagai contoh ketika guideword “no” dipasangkan dengan parameter “flow” maka penyimpangan yang dihasilkan adalah “no flow”.  Tim kemudian harus mendaftar segala penyebab-penyebab yang dipercaya dapat mengakibatkan kondisi ketidakadaan aliran untuk sebuah node. Perlu diingat bahwa tidak semua kombinasi guideword-parameter akan menghasilkan suatu arti.
Guide word adalah suatu kata yang memberikan gambaran tentang penyimpangan dari tujuan proses atau desain, Contoh daftar guideword :
Guide-word
Arti
Contoh
No (Not, None)
Tidak ada tujuan perancangan yamg tercapai
Tidak ada aliran ketika produksi
More (More of, Higher)
Peningkatan kuantitatif pada parameter
Suhu lebih tinggi dibanding perancangan
Less (Less of, Lower)
Penurunan kuantitatif pada parameter
Tekanan lebih rendah dari kondisi normal
As Well As (More Than)
Tambahan aktivitas/kegiatan terjadi
Katup lain menutup pada saat yang sama (kesalahan logika/kesalahan manusia)
Part of
Hanya beberapa tujuan perancangan yang tercapai
Hanya sebagian dari system yang berhenti
Reverse
Lawan dari tujuan perancangan terjadi
Aliran balik terjadi ketika system dimatikan
Other Than (Other)
Penggantian lengkap-Kegiatan lain terjadi
Adanya cairan dalam perpipaan gas

Guide-Word
Arti
Early / Late                   (Lebih awal/terlambat)
Penentuan waktu yang berbeda dengan tujuan
Before / After                    (Sebelum/sesudah)
Langkah-langkah / bagian dari itu mempengaruhi rangkaian / urutan
Faster/Lower                 (Lebih cepat atau lebih lambat)
Langkah-langkah / tahapan-tahapan selesai atau tidak selesai pada waktu yang tepat
Where else                     (Tempat lainnya)
Dapat diaplikasikan untuk aliran, perpindahan, sumber dan tujuan


            Penerapan parameter akan bergantung pada jenis proses yang tengah dipertimbangkan, jenis peralatan yang digunakan dan tujuan dari proses tersebut. Perangkat lunak untuk HazOp-PC memasukkan dua daftar menu yang menyajikan daftar baik parameter khusus maupun parameter umum. Parameter khusus yang paling lazim biasanya mempertimbangkan  flow, temperature, pressure, dan terkadang juga level. Hampir di semua instansi parameter-parameter ini akan dievaluasi untuk setiap node.
Berikut ini adalah beberapa contoh parameter proses:
Temperature                        Composition                  pH
Pressure                               Addition                        Sequence
Temperature                        Separation                    Signal
Mixing                                  Time                              Start/Stop
Stirring                                 Phase                            Operate
Transfer                               Speed                            Maintain
Level                                     Particle size                  Services
Viscosity                               Measure                       Communication
Reaction                               Control

Adapun beberapa contoh pengabungan antara guideword dengan parameter:
Ø  NO FLOW (Tidak mengalir)
Kesalahan jalur
Sumbatan
Pelat yang tidak benar
Pemasangan katup balik yang tidak sesuai
Ledakan pipa
Kebocoran yang besar
Kerusakan peralatan
Perbedaan tekanan yang tidak sesuai

Ø  MORE FLOW (Kelebihan aliran)
Peningkatan kapasitas pompa
Peningkatan tekanan penghisapan
Pengikisan “delivery head”
Densitas fluida yang lebih tinggi
Kebocoran pipa penukar panas
Sambungan dari system yang saling menyilang
Kesalahan pengendalian
Ø  MORE TEMPERATURE (Kelebihan temperature)
Kondisi jenuh
Kerusakan pipa penukar panas
Terjadi kebakaran
Kegagalan sistem air pendingin
Kerusakan pengendali
Kebakaran internal
Parameter / Guide Word
More
Less
None
Reverse
As well as
Part of
Other than
Flow
high flow
low flow
no flow
reverse flow
deviating concentration
contamination
deviating material
Pressure
high pressure
low pressure
vacuum
delta-p
explosion
Temperature
high temperature
low temperature
Level
high level
low level
no level
different level
Time
too long / too late
too short / too soon
sequence step skipped
backwards
missing actions
extra actions
wrong time
Agitation
fast mixing
slow mixing
no mixing
Reaction
fast reaction / runaway
slow reaction
no reaction
unwanted reaction
Start-up / Shut-down
too fast
too slow
actions missed
wrong recipe
Draining / Venting
too long
too short
none
deviating pressure
wrong timing
Inertising
high pressure
low pressure
none
contamination
wrong material
Utility failure (instrument air, power)
failure
DCS failure
failure
Maintenance
none
Vibrations
too low
too high
none
wrong frequency

Tim HazOp berfokus pada bagian-bagian spesifik dari suatu proses yang disebut “Node”. Umumnya node diidentifikasi dari P & ID suatu proses sebelum penelitian dimulai. Parameter proses diidentifikasi misalnya “flow”dan sebuah kesengajaan dibuat untuk node melalui pertimbangan. Selanjutnya serangkaian guideword digabungkan dengan parameter flow untuk menciptakan suatu penyimpangan . sebagai contoh guideword “NO” digabungkan dengan parameter “flow” dan diperoleh penyimpangan berupa “no flow”. Tim kemudian fokus mendaftar semua yang dipercaya menjadi penyebab dari penyipangan “no flow” dimulai dari sebab yang dapat mengakibatkan kemungkinan terburuk yang dapat dipikirkan oleh tim pada saat itu. Segera setelah penyebab tersebut dicatat, tim kemudian mencatat konsekuensi, pedoman keselamatan dan anjuran anjuran yang dianggap perlu. Proses yang sama terus diulang untuk penyimpangan selanjutnya dan seterusnya sampai penyelesain suatu node, selanjutnya tim berpindah ke node selanjutnya dan mengulang proses di atas.

Yang dibutuhkan dalam melakukan studi HAZOP antara lain informasi detail dalam proses. Informasi-informasi ini termasuk Process Flow Diagrams (PFDs), Process and Instrumentation Diagrams (P&IDs), spesifikasi peralatan, konstruksi material, serta keseimbangan massa dan energi.
Prosedur HAZOP menggunakan tahap-tahap untuk menyelesaikan analisis, sebagai berikut :
1.        Mulai dengan flowsheet yang detail. Pecah flowsheet ke dalam beberapa jumlah unit proses, jadi area reaktor mungkin bias satu unit, dan tangki penyimpanan adalah yang lainnya. Pilih unit mana yang akan dilakukan studi.
2.        Pilih studi node (vessel, line, operating instruction).
3.        Jelaskan desain dari studi node-nya. Sebagai contoh, vessel V-1 didesain untuk menyimpan ketersediaan benzene dan menyediakannya untuk reaktor.
4.        Ambil parameter proses : flow, level, temperature, pressure, concentration, pH, viscosity, keadaan (padat, cair, gas), agitasi, volume, reaksi, sampel, komponen, start, stop, stability, power, inert.
5.        Terapkan guideword ke parameter proses untuk menyarankan penyimpangan yang memungkinkan. Daftar dari guideword tersedia di tabel 2.1. beberapa guideword dari kombinasi parameter proses tidak berarti, seperti tertera pada tabel 2.2. dan 2.3 untuk lines dan vessel proses.
6.        Jika penyimpangan dapat dipakai, tentukan kemungkinan penyebab-penyebab dan catat sistem pengaman yang ada.
7.        Jika penyimpangan dapat dipakai, tentukan kemungkinan penyebab-penyebab dan catat sistem pengaman yang ada.
8.        Berikan saran (apa? oleh siapa? kapan?).
9.        Catat semua informasi.
10.    Ulangi tahap 5 ke tahap 9 sampai semua guideword yang digunakan diaplikasikan pada parameter yang dipilih.
11.    Ulangi tahap 4 ke tahap 10 sampai semua parameter proses dipertimbangkan pada studi node yang diberikan.
12.    Ulangi tahap 2 ke tahap 11 sampai studi node dipertimbangkan pada bagian yang diberikan dan lanjutkan pada bagian lain di flowsheet.


 
























CONTOH HAZOP WORKSHEET
 















CONTOH HAZOP WORKSHEET
at  UP. Paiton, PT.Pembangkitan Jawa-Bali Facility : Boiler Feed Pump (Feedwater System) Node : Boiler Feed Pump  Intention : Mengalirkan feedwater dari storage tank ke pompa
























CONTOH TAMPILAN DATABASE HAZOPS















DAFTAR PUSTAKA

Juniani, Anda Iviana, dkk. Implementasi Metode HazOp Dalam Proses Identifikasi Bahaya Dan Analisa Resiko Pada Feedwater System Di Unit Pembangkitan Paiton, PT.PJB. Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Rausand, Marvin. 2005. HAZOOP (Hazard And Operability Study). Norwegian University of Science and Technology. Norwegia

The HAZOP (Hazard And Operability) Method

http//www.scribd.com/doc3480352Journal-of-HAZOP







LABEL BAHAN KIMIA


MENURUT PERATURAN TENTANG BAHAN BERBAHAYA
(ORDINANCE ON HAZARDEOUS SUBSTANCES)

explosives.png  Explosive (bersifat mudah meledak)
Huruf kode: E

Bahan dan formulasi  yang ditandai dengan notasi bahaya  EXPLOSIVE dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain  bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan  propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances
Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak. Sebagai contoh, asam nitrat  dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan  dan pengalaman praktis maupun  keselamatan khusus. Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan.
Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah 2,4,6-trinitro toluena (TNT)


Oxidizing (pengoksidasi)
oxidizing.pngHuruf kode: O

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya OXIDIZING biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik.
Frase-R  untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9
Contoh bahan tersebut adalah kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat pekat.


Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar)
flammable.pngHuruf kode:F+

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya EXTREMELY FLAMMABLE  merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat rendah (di bawah 0o C) dan titik didih rendah dengan titik didih awal (di bawah +35oC). Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas  dengan udara dapat membentuk  suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Frase-R untuk bahan amat sangat  mudah terbakar : R12
Contoh bahan dengan sifat  tersebut adalah dietil eter (cairan) dan propane (gas)

Highly flammable (sangat mudah terbakar)
flammable.pngHuruf kode: F

Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya HIGHLY FLAMMABLE adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21oC). Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban. Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai highly flammable.
Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar : R11
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya aseton dan logam natrium, yang sering digunakan di laboratorium sebagai solven dan agen pengering.

Flammable (mudah terbakar)
flammable.pngHuruf kode: tidak ada

Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk melabeli bahan dan formulasi dengan notasi bahaya FLAMMABLE. Bahan dan formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara +21oC dan +55oC dikategorikan sebagai bahan mudah terbakar (Flammable).
Frase-R untuk bahan mudah terbakar : R10
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya minyak terpentin.

Flammable Solid ( padatan mudah terbakar)
Padatan yang mudah terbakar didefinisikan sebagai padatan yang memenuhi salah satu syarat dibawah ini :
Merupakan bahan peledak basah, Merupakan zat yang dapat bereaksi sendiri, karena tidak stabil terhadap panas dan terdekomposisi menghasilkan panas (walaupun tanpa oksigen dari udara), Padatan yang mudah sekali terbakar.
Pembakaran spontan harus mengikuti salah satu syarat :Bahan yang bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api (pyrophoric material) adalah suatu cairan atau padatan (banyak atau sedikit jumlahnya) yang dalam 5 (lima) menit berada di udara bebas tanpa disulut api dapat terbakar (menimbulkan api) dengan sendirinya.






Very toxic (sangat beracun)
toxic.pngHuruf kode: T+

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya VERY TOXIC dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau  kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Suatu bahan dikategorikan sangat beracun jika memenuhi kriteria berikut:
            LD50 oral (tikus)                                                        ≤ 25 mg/kg berat badan
            LD50 dermal (tikus atau kelinci)                             ≤ 50 mg/kg berat badan
            LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu       ≤ 0,25 mg/L
            LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                 ≤ 0,50 mg/L
 Frase-R  untuk bahan sangat beracun : R26, R27 dan R28
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya kalium sianida, hydrogen sulfida, nitrobenzene dan atripin
toxic.pngToxic (beracun)
Huruf kode: T

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya TOXIC dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau  kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Suatu bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kriteria berikut:
            LD50 oral (tikus)                                                        25 – 200 mg/kg berat badan
            LD50 dermal (tikus atau kelinci)                             50 – 400 mg/kg berat badan
            LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu       0,25 – 1 mg/L
            LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                 0,50 – 2  mg/L
 Frase-R untuk bahan beracun : R23, R24 dan R25
Bahan dan formulasi yang memiliki sifat
            Karsinogenik                                    (Frase-R :R45 dan R40)
            Mutagenik                             (Frase-R :R47)
            Toksik untuk reproduksi     (Frase-R :R46 dan R40) atau
Sifat-sifat merusak secara kronis yang lain (Frase-R :R48) ditandai dengan simbol bahaya TOXIC SUBSTANCES dan kode huruf T.
Bahan karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan timbulnya kanker jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut dan kontak dengan kulit.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya solven-solven seperti metanol (toksik) dan benzene (toksik, karsinogenik).

Harmful (berbahaya)
harmfulirritant.pngHuruf kode: Xn

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya HARMFUL memiliki resiko merusak kesehatan sedang  jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Suatu bahan dikategorikan berbahaya  jika memenuhi kriteria berikut:
            LD50 oral (tikus)                                                        200-2000 mg/kg berat badan
            LD50 dermal (tikus atau kelinci)                             400-2000 mg/kg berat badan
            LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu       1 – 5 mg/L
            LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                 2 – 20  mg/L
 Frase-R untuk bahan berbahaya : R20, R21 dan R22
Bahan dan formulasi yang memiliki sifat
            Karsinogenik                                    (Frase-R :R45 dan R40)
            Mutagenik                             (Frase-R :R47)
            Toksik untuk reproduksi     (Frase-R :R46 dan R40) atau
            Sifat-sifat merusak secara kronis yang lain (Frase-R:R48)
yang tidak diberi notasi toxic, akan ditandai dengan simbol bahaya  HARMFUL SUBSTANCES dan kode huruf Xn.
Bahan-bahan yang dicurigai memiliki sifat karsinogenik, juga akan ditandai dengan simbol bahaya HARMFUL SUBSTANCES dan kode huruf Xn,            bahan pemeka (sensitizing substances) (Frase-R :R42 dan R43)
diberi label menurut spektrum efek apakah dengan simbol bahaya untuk ‘harmful substances’ dan kode huruf Xn atau dengan simbol bahaya ‘irritant substances’ dan kode huruf Xi.
Bahan yang dicurigai memiliki sifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker dengan probabilitas tinggi melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion) atau kontak dengan kulit.
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut misalnya solven 1,2-etane-1,2-diol atau etilen glikol (berbahaya) dan diklorometan (berbahaya, dicurigai karsinogenik).

Irritant (menyebabkan iritasi)
Huruf kode : Xi

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. 
Frase-R untuk bahan irritant : R36, R37, R38 dan R41
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.


corrosive.pngCorrosive (korosif)
Huruf kode: C

Bahan dan formulasi dengan notasi CORROSIVE adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2) dan basa (pH>11,5), ditandai sebagai bahan korosif.
Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya asam mineral seperti HCl dan H2SO4 maupun basa seperti larutan NaOH (>2%).

environmental.pngBahan berbahaya bagi lingkungan
Huruf kode: N

Bahan dan formulasi dengan notasi DANGEROUS FOR ENVIRONMENT adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisme) dan menyebabkan gangguan ekologi.
Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan : R50, R51, R52 dan R53.
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut misalnya tributil timah kloroda, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon seperti pentana dan petroleum bensin.



Carcinogenic, Tetragenic, Mutagenic
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtX1_2xoJst9Rmg7-ZRMzz5O9c70CqFjOZU56tzBiBxevjvLpHTGqbulJLaK2adN4SL9TLiqTHMs5J8BzgIBZkFCcYnNzcfeISiijYPu4DNzdWLXo-EJeBZEIrYoz4ZJvexOC7ZB8i9mJV/s200/10_karsino.jpgSimbol untuk B3 klasifikasi bersifat karsinogenik,
teratogenik dan mutagenik (carcinogenic, tetragenic, mutagenic). Simbol ini menunjukkan paparan jangka pendek, jangka panjang atau berulang dengan bahan ini dapat menyebabkan efek kesehatan sebagai berikut:
1.            Karsinogenik yaitu penyebab sel kanker.
2.            Teratogenik yaitu sifat bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan embrio.
3.            Mutagenic yaitu sifat bahan yang menyebabkan perubahan kromosom yang berarti dapat merubah genetic.
4.            Toksisitas sistemik terhadap organ sasaran spesifik.
5.            Toksisitas terhadap sistem reproduksi.
6.            Gangguan saluran pernafasan.
Pressure Gas (gas bertekanan)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Db8et5uuJ_gVE5s1pylGMhu2oAidYH-eMGqI3ytOYsYAcV2zGH7_VS3cjaMankRx8Af4_ROFECvcC0uoeeB4ny2KzV70URF3AehSYmYejt4fAqmj0dmVMyg5nGH9WJHN8DbT8BrtvVst/s200/11_pressure+gas.jpgSimbol untuk B3 klasifikasi bersifat bahaya lain berupa gas bertekanan (pressure gas). Simbol ini untuk menunjukkan bahaya gas bertekanan yaitu bahan ini bertekanan tinggi dan dapat meledak bila tabung dipanaskan/terkena panas atau pecah dan isinya dapat menyebabkan kebakaran.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfOOz1c64i_2Tn4a7JiCOsq5BPjgIQA3UfoK75uFwhEFbZB7_daKAiHtv8FPpleBD2Fp-QF2BZ_O77pLIOkG1E4gZQuNQlOvuyqKDh5v-7R793Bdim4zykLCarWJHJ9sOWfrUAotxecp0/s1600/symbol-radiation.jpgBahan Kimia Radioaktif
Lambang ini menunjukan bahan kimia radioaktif. Bahan kimia radiokatif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka tersebut erupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umumnya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari badan tenaga atom internasional (internasional atomic energy agency). Namun masih terdapat zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagu semua zat mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat seta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup tersebut. Efek serta yang ditimbulkan oleh radiasi  zat radioaktif pada umat manusia seperti : pusing, nafsu makan berkurang atau hilang, diare, badan panas atau demam, berat badan turun, kanker darah atau leukemia, dan menngkatnya denyut jantung atau nadi.

7. THE BIOHAZARD SYMBOL
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTjOIAEgX59nhaKGQaL9IPBlfbFxpQQSoQ1f1VkWdgcnCg4U6ofxPOk7iIhs_GWA7fjoxTv5qRbkO4BLn9WmgiefiOo23RepGaGGnxVQMsx1vOaLNAoo9tAnGKf8It_Dy4D4Uc_6qF3iI/s1600/symbol-biohazard.jpg

Biohazard simbol yang pada awalnya dikembangkan oleh Dow Chemical Company pada tahun 1966. Insinyur dengan nama Charles Baldwin mengklaim telah secara langsung terlibat dalam penciptaan. Menurut rekening mereka prihatin dengan tidak adanya standardisasi dan disiapkan beberapa kemungkinan desain pasar yang diuji sebelum memilih salah satu yang saat ini diterima sebagai standar. Rupanya mereka ingin desain yang berarti sehingga mereka bisa mendidik publik mengenai tujuan dan memilih jeruk / merah sebagai tes telah menunjukkan itu sebagai "paling terlihat 'warna. Hal itu juga dirancang untuk dapat dikenali dari berbagai sudut. Ketika para pengembang merasa puas, itu "diterbitkan dalam Journal (majalah) Ilmu Pengetahuan dan dengan cepat diterima oleh CDC - Pusat (s) for Disease Control, Keselamatan dan Kesehatan Administrasi dan National Institute of Health. Hari ini diakui oleh sebagian besar orang yang berpendidikan dan telah dikaitkan dengan "Senjata Pemusnah Massal" dan banyak film-film fiksi ilmiah. Banyak orang melihatnya sebagai simbol yang lebih menakutkan bahwa satu di atas untuk radiasi. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai "Benar" tanda Kiamat.





Label Intan NFPA (NFPA Diamond) 













(Dikutip dari berbagai sumber)